Pengalaman Jajan Bakso Ironayan

image

Bakso, kayaknya hampir menjadi makanan favorit orang-orang. Ya mau dimakan kapan aja pun cocok. Ada beberapa bakso yang enak di Jogja. Salah satunya ya Bakso Ironayan (Bakso Pak Jam).

Bakso Ironayan sekarang memiliki dua cabang. Yang pertama kali buka tempatnya di Ironayan sendiri, jadi sudah cukup jelas kan kenapa dinamakan Bakso Ironayan. Untuk ancer-ancernya, dari perempatan ringroad yang deket kotagede itu ke arah timur, nanti ketemu pasar ngipig terus ke timur kira kira sekilo. Ketemu enggok-enggokan yang kanan jalan ada masjidnya. Bakso Ironayan ini terletak di selatan masjid.
Kemudian untuk cabang yang kedua ada di Grojogan alias Jalan Imogiri Timur, terminal giwangan ke selatan. Perempatan Grojogan masih ke selatan dikit nanti ada masjid di kanan jalan. Bakso Ironayannya terletak setelah masjid di ruko-ruko.
Deket masjid semua ya letaknya. Mungkin biar deket kalau mau sholat.

Pertama kali mencoba di bulan puasa dua tahun yang lalu, bukan mokah tapi untuk berbuka. Waktu itu menjajal di Ironayan bukan yg di Grojogan, karena belum buka cabang di situ. Baksonya enak, ya 11-12 sama Bakso Pekih lah. Untuk harga, standar harga bakso di Jogja lah, nggak mahal kok.
Untuk bukanya jam berapa saya nggak tahu, kalau anda pas ke situ dan buka berarti ya udah buka. Tapi ingat, tiap Jumat Bakso Ironayan tutup. Jangan sampai kecelik.

Advertisements
Pengalaman Jajan Bakso Ironayan

Mencoba Mie Ayam Goreng Mekaton Seyegan

image

Mie Ayam Goreng Mekaton Seyegan ini terletak di Seyegan *halah*. Ancer-ancernya sih dari perempatan cebongan ke barat. Nanti ada perempatan ada drum, itu masih ke barat. Kira kira 2 atau 3 km nanti ada ruko-ruko kanan jalan sebelum puskesmas pembantu kalau ndak salah. Nah disitulah letaknya.

Sudah mendengar kabar tentang enaknya Mie Ayam Goreng ini sejak lama, tapi baru bisa mampir dan mencobanya belum lama ini.

image

Tempatnya sederhana, ruko hanya sebagai tempat buat ngedoli, di halaman ruko ada beberapa meja dan kursi plastik untuk pembeli yang ingin ngiras.

image

Harga–seperti yang terlihat di gambar–cukup murah. Saya memesan Mie Ayam Goreng dan es teh. Untuk Mie Ayam Goreng, default-nya memakai acar timun, jadi kalau kamu tidak suka timun mending bilang pas pesan di awal.

image

Seperti Mie Ayam lainnya, tidak pas kalau tidak ada sambel dan saos sebagai pendamping. Sambel yang ada di Mie Ayam Goreng ini seperti sambel yang dipakai di Ayam Goreng Bonita dan Ayam Goreng Co-De, tidak seperti sambel di mie ayam kebanyakan.

Untuk rasa, saya suka. Meskipun mie ayamnya meninggalkan after taste yang berat di tenggorokan.

Satu-satunya nilai minus adalah penggunaan Saos Cap Bagong. Ya ini selera pribadi sih, menurut saya Saos Cap Bagong ini terlalu asam rasanya. Sangat mengurangi keenakan rasa dari mie ayam itu.

image

Mencoba Mie Ayam Goreng Mekaton Seyegan

Pengalaman Servis Motor di Rieva Speed Shop

Beberapa waktu yang lalu, motor saya macet di kantor. Waktu di-starter mesinnya tidak mau greng. Mau di-slah nggak bisa wong motornya nggak ada slah-slahan dari sananya.

image

Pertama di bawa ke bengkel motor umum bukan yang khusus. Katanya CDI minta diganti. Di daerah Condongcatur pernah dengar ada bengkel khusus Pulsar, gugling gugling gugling ketemu nomer telponnya. Pas ditelpon kata masnya dia sudah ndak dolanan Pulsar lagi. Kemudian gugling nemu di blog ini, ada info bengkel di Jl. Parangtritis daerah Pundong sana. Pertamanya agak kaget, wah di daerah kidul sana ada bengkel Pulsar. Nama bengkelnya Rieva Speed Shop

image

Tidak mungkin untuk membawa motor ke sana, selain nggak ada waktu juga pakai apa membawanya. Distep pun kejauhan. Akhirnua berburu nomer hape Rieva Speed Shop, dapat sih nomer hapenya tapi sudah tidak aktif. Lalu iseng gugling ketemu akun fesbuknya. Add friend di-approve lalu lewat FB messenger. Setelah menceritakan kondisi motor, akhirnya ditawari untuk ngecek kondisi motor di kantor. Bayangkan dari jalan Parangtritis hampir Parangtritis mau ngecek kondisi motor yang ada di kantor. Lokasi kantor saya ada di dekat Mandala Krida.

image

Esoknya, bener Mas Heri dari bengkel datang ke kantor. Bawa peralatan perkuncian dan membongkar motor. Ngecek kok nggak ada api di busi. Ternyata benar CDI-nya, berhubung motor langka, agak kesusahan mencari CDI-nya. Di indipart kosong, akhirnya nemu di tokopedia, CDI bekas tapi masih bagus.
“Nanti kalau sudah datang CDI-nya ngabari saja, nanti tak pasangnya” Kira-kira gitu kata mas Heri.

Akhirnya beberapa hari kemudian pesanan datang, terus mas Heri datang ke kantor dan masang CDI.
Distarter motor langsung greng.

Rieva Speed Shop ini rekomended banget. Selain Pulsar, juga bisa servis motor merek lain. Suzuki, Yamaha, apalagi Honda. Servis ke rumah pun juga bisa, harga antara servis si bengkel dan di rumah pun sama, 30.000 rupiah.   Untuk ancer-ancernya pokoknya kalau dari pom bensin Sulang itu ke selatan terus kira-kira dua kilo. Nanti di kiri jalan letaknya. Jangan sampai keblandang ya.

image

Pengalaman Servis Motor di Rieva Speed Shop

Jajan Lagi di Sate Klathak Pak Pong

Tadi malam makan di sate klathak Pak Pong, setelah bertahun-tahun menghindari makan di sana. Alasannya sederhana saja, terlalu ramai atau bisa dibilang terlalu mainstream. Kalau tidak salah mengingat, terakhir makan di sana sekitar 3 tahun yang lalu. Waktu kebagian tugas city check in tiket tamu kantor yang kebablasan tamunya minta diantar makan sate. Waktu itu pun sudah ramai, tapi tidak seramai sekarang. Parkir mobilnya masya Alloh, ngebaki jalan.

Sate Klathak Pak Pong ini ada dua warung, yang pertama ada di seberang Apotek Wonokromo, yang kedua ada di jalan menuju ke Stadiun Sultan Agung. Dulu sih, saya, Dian sama anak-anak sering makan di yang deket Stadiun. Jaman warungnya masih yang utara jalan saja. Jaman sebelum dijadiin lokasi suting Termehek-mehek.

Perkembangan Sate Klathak Pak Pong ini keren sekali, mulai dari satu warung menjadi dua warung. Kemudian warung yang deket stadiun pasti selalu ramai. Semenjak ramai itu, saya jadi jarang ke sana. Mending ke Mak Adi atau ke Kang Barry saja.

Semalem pun sebetulnya tidak ingin ke Pak Pong, tapi kok ndilalahnya Kang Barry tutup (padahal pingin napak tilas AADC2). Puter ke Mak Adi kok ya tumben-tumbannya banyak banget mobil parkir di depannya. Pas lewat Pak Pong yang depan Apotek Wonokromo kok ya agak sepi parkirannya. Akhirnya ke situ deh, lama juga gak ke situ, pengen tahu apa perubahannya.

image

Beberapa perubahan daripada terakhir kali makan di sana adalah.  JUMLAH DAGING DALAM SATU TUSUKNYA JADI TAMBAH BANYAK! IRISAN DAGINGNYA GEDE-GEDE. SUBHANALLAH. DAGINGNYA PUN EMPUK.
Kami menunggu setengah jam sampai sate siap saji di meja. Tapi ya sepadan lah. Untuk harga pun masih standar, tidak mahal.

Yang tidak lupa, makannya pakai garpu. Biar kaya Mbak Cinta

image

Jajan Lagi di Sate Klathak Pak Pong

Tahun Ini, 20 Mei Jatuh Pada Hari Jumat.

Tahun ini, tanggal 20 Mei tidak jatuh di hari kamis, padahal tahun kemarin tanggal 20 Mei jatuh di hari Rabu. Penyebabnya adalah tahun ini kabisat, bulan Februari jadi 29 hari, sehingga tanggal 20 Mei di tahun ini jatuh pada hari Jumat.

Dua minggu lagi sudah puasa, berarti sudah masuk bulan Ruwah atau Sya’ban. Di bulan itu ada tradisi Nyadran atau Nyekar, berziarah kubur, mengirim doa untuk leluhur ataupun orang tua yang sudah mendahului.

Sudah lama sekali saya tidak menjalankan tradisi nyekar, bukan orang jawa yang taat. Tanggal 20 Mei tahun ini jatuh pada hari jumat, yaitu kemarin. Genap setahun Hamid meninggal, sesuai perhitungan kalender Modern. Selama setahun ini, baru hari ini saya bisa berziarah ke makamnya Hamid. Waktu melayat setahun yang lalu, saya tidak ikut mengantarkan sampai makam. Tidak kuat.

Makamnya Hamid terletak di komplek masjid yang saya lupa namanya. Di jalan bantul, sebelum pom bensin dukuh masuk kiri kalau dari selatan, mentok di kompleks masjid. Sesampainya di kompleks makam, sempat kesulitan mencari letak makamnya Hamid. Ada ibu-ibu penunggu makam yang tanya.
“Madosi sinten mas?”
“Hamid bu”
“Oo putranya Pak Zaenudin”
Lalu ibu itu menunjukkan saya makamnya Hamid. Terkenal juga ya Hamid di sini.

image

Hai Mid, Jogja akhir-akhir ini panas. Kui tak bawain es teh karo udud kesenenganmu. Iso cupit karo malekat nang kono.

Tahun Ini, 20 Mei Jatuh Pada Hari Jumat.

Nasi Gandul

image

Hari minggu kemarin saat lewat di jalan imogiri timur, tepatnya daerah selatan Brimob. Saya menemukan warung nasi gandul, belum buka sih, baru ada tulisannya “Nasi Gandul”

Nasi Gandul sendiri merupakan makanan khas dari Pati, kalau penampakannya seperti gambar di atas. Kenapa dinamakan Nasi Gandul? Saya pernah baca, karena nasinya nggandul tidak langsung di piring, di alasi oleh daun pisang.

Meskipun berasal dari Pati, pengalaman pertama saya mencicipi Nasi Gandul malah di Rembang. Warungnya hanya buka malam hari di bekas  Stasiun Rembang yang  digunakan  sebagai terminal mini bus pada waktu itu. Nulis ini pun membuat jadi terbayang nikmatnya Nasi Gandul waktu itu. Yang saya ingat adalah harganya tidak terlalu mahal, tapi ya jangan sering-sering makannya, boros. Waktu memesan, jika ingin tambahan jeroan, nanti sama bakulnya akan diguntingi di atas pesanan nasi gandul. Kuahnya itu lo, mirip seperti gule, tapi bukan gule.

Saya di Rembang tidak lama, tapi rasa Nasi Gandul itu selalu bikin kepengen lagi. Sesudah balik ke Jogja (kira-kira sudah 16 tahun) belum pernah lagi makan Nasi Gandul. Makanya saya nunggu Warung Nasi Gandul di dekat Brimob Gondowulung itu buka. Sekadar Nostalgia.

Nasi Gandul

Mau cerita tentang grup di fesbuk, namanya ICJ kepanjangannya Info Cegatan Jogja. Anggotanya 232.000. Mungkin pada awalnya, grup ini–sesuai dengan namanya–hanya menginfokan tentang cegatan di jogja. Perkembangannya, grup ini jadi semacam komunitas yang solid. Misalkan, kalau malam-malam gini ada yg posting pantauan keamanan di jalan-jalan. Ada juga yg posting menawarkan kawalan mengantar kalau takut pulang malam, ada juga postingan minta tolong kehabisan bensin, kendaraan macet dll. Dan kebanyakan dibantu oleh member lainnya.
Barusan saya nglilir, buka hp, ngecek fesbuk, buka ICJ ada ibu-ibu yg posting. Ceritanya ibu ini perjalanan dari jawa timur ke rumahnya di Muntilan memakai bis. Awalnya dijanjikan bahwa bisnya bakalan sampai Muntilan, tapi ternyata cuma sampai di Jogja. Sama kernet dan sopirnya diminta nunggu bis selanjutnya jam 01.30, sementara waktu posting ibu itu jam 22.00. Ibu itu lalu minta tolong ada yg mau mengantarkan dia ke Muntilan tidak.
Alhamdulillah, beberapa member ICJ lalu merespon permintaan Ibu tadi, dari Terminal Giwangan ada 3 motor yg mengantar sampai di Tempel, lalu dilanjutkan diantar oleh Sedan dari member ICJ daerah sana.

Alhamdulillah, kalau lihat updatenya, Ibu tadi sampai di rumah dengan selamat.

Salam Aspal Gronjal

View on Path