Semalam sholat maghrib di mushola dekat prapatan gose bantul. Musholanya sepi, karena sudah lewat waktu jamaah dan mendekati isya’. Waktu ambil air wudhu, ada motor datang.
“Asyik bisa jamaah” Pikir saya.
Lalu masuk Mushola dan menunggu bapak yang tadi. Setelah bapaknya selesai wudhu dan masuk ke Mushola, saya mempersilahkan dia untuk menjadi Imam. Dengan pertimbangan nek dilihat kayake lebih bertaqwa dia.
“Monggo njenengan ngimami Pak” Kata Saya.
Bukan di Jogja nek nggak pakai nolak dulu. Setelah bapaknya mengiyakan, dia bertanya
“Masnya PKS ya?” Sambil nunjuk kaos yang saya pakai.
“Bukan Pak, ini cuman plesetan”
“Plesetan? Itu apa ya?”
Bercanda gitu pak”
“Oo, nek njenengan PKS kan imamnya njenengan aja”
“Hehe, bukan pak”
Jadi begitulah cerita hari kemarin.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s