Nasi Gandul

image

Hari minggu kemarin saat lewat di jalan imogiri timur, tepatnya daerah selatan Brimob. Saya menemukan warung nasi gandul, belum buka sih, baru ada tulisannya “Nasi Gandul”

Nasi Gandul sendiri merupakan makanan khas dari Pati, kalau penampakannya seperti gambar di atas. Kenapa dinamakan Nasi Gandul? Saya pernah baca, karena nasinya nggandul tidak langsung di piring, di alasi oleh daun pisang.

Meskipun berasal dari Pati, pengalaman pertama saya mencicipi Nasi Gandul malah di Rembang. Warungnya hanya buka malam hari di bekas  Stasiun Rembang yang  digunakan  sebagai terminal mini bus pada waktu itu. Nulis ini pun membuat jadi terbayang nikmatnya Nasi Gandul waktu itu. Yang saya ingat adalah harganya tidak terlalu mahal, tapi ya jangan sering-sering makannya, boros. Waktu memesan, jika ingin tambahan jeroan, nanti sama bakulnya akan diguntingi di atas pesanan nasi gandul. Kuahnya itu lo, mirip seperti gule, tapi bukan gule.

Saya di Rembang tidak lama, tapi rasa Nasi Gandul itu selalu bikin kepengen lagi. Sesudah balik ke Jogja (kira-kira sudah 16 tahun) belum pernah lagi makan Nasi Gandul. Makanya saya nunggu Warung Nasi Gandul di dekat Brimob Gondowulung itu buka. Sekadar Nostalgia.

Advertisements
Nasi Gandul

2 thoughts on “Nasi Gandul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s