Tahun Ini, 20 Mei Jatuh Pada Hari Jumat.

Tahun ini, tanggal 20 Mei tidak jatuh di hari kamis, padahal tahun kemarin tanggal 20 Mei jatuh di hari Rabu. Penyebabnya adalah tahun ini kabisat, bulan Februari jadi 29 hari, sehingga tanggal 20 Mei di tahun ini jatuh pada hari Jumat.

Dua minggu lagi sudah puasa, berarti sudah masuk bulan Ruwah atau Sya’ban. Di bulan itu ada tradisi Nyadran atau Nyekar, berziarah kubur, mengirim doa untuk leluhur ataupun orang tua yang sudah mendahului.

Sudah lama sekali saya tidak menjalankan tradisi nyekar, bukan orang jawa yang taat. Tanggal 20 Mei tahun ini jatuh pada hari jumat, yaitu kemarin. Genap setahun Hamid meninggal, sesuai perhitungan kalender Modern. Selama setahun ini, baru hari ini saya bisa berziarah ke makamnya Hamid. Waktu melayat setahun yang lalu, saya tidak ikut mengantarkan sampai makam. Tidak kuat.

Makamnya Hamid terletak di komplek masjid yang saya lupa namanya. Di jalan bantul, sebelum pom bensin dukuh masuk kiri kalau dari selatan, mentok di kompleks masjid. Sesampainya di kompleks makam, sempat kesulitan mencari letak makamnya Hamid. Ada ibu-ibu penunggu makam yang tanya.
“Madosi sinten mas?”
“Hamid bu”
“Oo putranya Pak Zaenudin”
Lalu ibu itu menunjukkan saya makamnya Hamid. Terkenal juga ya Hamid di sini.

image

Hai Mid, Jogja akhir-akhir ini panas. Kui tak bawain es teh karo udud kesenenganmu. Iso cupit karo malekat nang kono.

Advertisements
Tahun Ini, 20 Mei Jatuh Pada Hari Jumat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s