Semalam sholat maghrib di mushola dekat prapatan gose bantul. Musholanya sepi, karena sudah lewat waktu jamaah dan mendekati isya’. Waktu ambil air wudhu, ada motor datang.
“Asyik bisa jamaah” Pikir saya.
Lalu masuk Mushola dan menunggu bapak yang tadi. Setelah bapaknya selesai wudhu dan masuk ke Mushola, saya mempersilahkan dia untuk menjadi Imam. Dengan pertimbangan nek dilihat kayake lebih bertaqwa dia.
“Monggo njenengan ngimami Pak” Kata Saya.
Bukan di Jogja nek nggak pakai nolak dulu. Setelah bapaknya mengiyakan, dia bertanya
“Masnya PKS ya?” Sambil nunjuk kaos yang saya pakai.
“Bukan Pak, ini cuman plesetan”
“Plesetan? Itu apa ya?”
Bercanda gitu pak”
“Oo, nek njenengan PKS kan imamnya njenengan aja”
“Hehe, bukan pak”
Jadi begitulah cerita hari kemarin.

View on Path

Advertisements

Hari yang indah, ku tunggu-tunggu

Akhirnya datang juga boxset album #SoekamtiDay nya Endank Soekamti. Semua berawal dari seneng nonton DOES-nya Erix Soekamti di Youtube.

Pertama kali tau Endank Soekamti udah lama, waktu masih Bau Mulut. Tak pikir band siji iki wes ra payu. Ternyata malah tambah joss.

Adit,Sopo Jarwo, bikin video klip buat musisi lain, bikin DOES University trus vokalisnya nyempetin VLOG hampir tiap hari. Energinya nggak habis-habis.

View on Path

Nonton Operet Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam

image

Hari ini agendanya menonton Operet Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam di balai desa Kelurahan Pleret. Tentu saja saya hanya menemani Obey.

Sesuai info di tiket, Operet dimulai jam 10.30. Karena ada beberapa kejadian, seperti tiketnya hilang dan kegiatan rumah tangga lainnya, jam 10.30 baru berangkat dari rumah.

Meskipun telat, sepertinya belum tertinggal banyak. Sampai di balai desa Pleret langsung masuk ke tempat pertunjukan, gedung serbaguna beratap semacam seng yg kadang dipakai untuk nikahan kadang dipakai untuk bulutangkis. Di depan ada panggung kecil, sederhana dengan tata lampu yang sederhana pula.

image

Panas dan pengap yang dirasakan di dalam. Karena banyaknya penonton dan ruangan gedung tidak memakai ac. Beruntung di pojok belakang ada pintu yang bisa dibuka, kami pun memilih duduk di sana. Silir.

Ceritanya sederhana, jadi Ksatria Baja Hitam (Rx kalau dilihat dari kostumnya) dibantu Power Rangers dan Satria Nusantara melawan Rita Repulsa. Di akhir cerita, Satria Nusantara yang menjadi pahlawan, karena Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam kalah melawan Rita Repulsa.

Meskipun sederhana di cerita, panggung tata suara dan cahaya. Ditambah ruangan yang tidak kondusif, tetepi saya puas. Alasannya sederhana saja, karena Obey suka.

Di akhir pertunjukan, penyelenggara menyediakan waktu bagi yang ingin foto bersama dengan karakter-karakter tadi. Cukup membayar 40 ribu rupiah. Oh iya, untuk tiket masuk harganya 20 ribu. Pihak penyelenggara bekerja sama dengan sekolah sekolah (TK) dalam penjualan tiket.

Jadi, sudah pernah menonton pertunjukan serupa di kota anda?

Nonton Operet Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam

Pesen go-food nya tadi dua kali, yang pertama drivernya cuman miskol setelah mengiyakan pesanan. Lalu tak lama sms kalau bannya bocor dan minta dikensel, kalau suudzonnya sih karena rumah jauh dan hujan pula.

Lalu dikensel, pesan ulang lagi. Tak lama ditelpon sama pak gojek yang kedua. Konfirmasi. Selang berapa menit, pak gojek telpon lagi.
“Ini warungnya mana ya Pak?”
“Wah saya juga gak tahu”
“Oh saya carinya kalau gitu”
Ternyata pak gojek juga gak tahu warungnya.

Selang berapa menit saya telpon pak gojek
“Gimana Pak? Sudah ketemu warungnya?”
“Oo sudah pak, sudah saya pesenin”

Alhamdulillah
Lapar.

View on Path

Hari ini dimintain tolong servis mobilnya mama. Ada beberapa hal baru yang didapatkan dari nyervis mobil.
1. Servis mobil itu ternyata mahal ya, bisa buat nraktir mie ayam bakso sekantor 5 kali :(.
2. Ternyata My Trip My Adventure itu acara di transtv, selama ini ngiranya itu adalah bagian dari kampanye rokok super itu. Nggak bakalan tahu kalau nggak liat tv di ruang tunggu servis.

Demikian pengalaman saya hari ini.

View on Path

Kamu tahu Hotel Saphir? Iya yang dulu ada Goedang itu. Sebelah timurnya ada jalan masuk ke selatan? Apa? Nggak paham utara selatan? Ya pokoknya sebelumnya ada gang masuk ke kiri. Masuk saja sekitar 50 m.

Nanti kamu akan ketemu warung soto, kecil tempatnya, penjualnya suami-istri, perkiraanku sekarang udah sepuh. Mereka berjualan dibantu beberapa pelayan, cewek semua. Dengar-dengar aslinya dari Klaten.

Sotonya murah, berkuah bening. Kalau pesan jangan lupa minta tambahan kepala ayam atau paha ayam bisa juga hati ayam. Ada juga gorengan dan sate usus dan sate ndog gemak disiapkan di piring-piring.

Parkir di sana agak susah, coba saja kalau tak percaya. Yang jelas bapak dan ibu juga pelayan warungnya suka ngobrol, ajaklah ngobrol kalau jajan di sana. Ngobrol tentang anak-anaknya yang fotonya dipajang di warung, atau ngobrol tentang apa saja.

Jadi, makan apa siang ini?

View on Path

Pengakuan Pariyem

image

Tadi ketemu buku ini di Gramedia Amplaz, agak kaget juga kok dicetak ulang, berarti payu.

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat masih SMP dan masih tinggal di Sanden. Hiburan saat itu selain thethek di nggejlig pitu adalah membaca buku. Maklum belum ada internet, jadi ya mana ada path, facebook apalagi twitter. Papa itu suka membeli buku, sekarang sih sudah jarang. Eh beli apa dikasih kalau lagi mc ya? Entahlah yang jelas suka ada buku di rumah. Salah satunya ya Pengakuan Pariyem itu. Seingat saya bukunya tidak selebar yg ada si foto, kurang tahu kenapa sekarang dibuat seperti itu. Awalnya sih iseng-iseng baca, lama kelamaan jadi tertarik pingin tahu kisah hidup Pariyem si rewang.

Lalu, apakah saya membeli lagi Pengakuan Pariyem? Nggak sih. Cuman beli separo tetralogi pulau buru, terus si ebel beli Dilan 1 dan 2 karangan Pidi Baiq dan Vasant beli buku kumpulan soal UAN SMP dan Madilog.

Jadi sudah baca buku apa bulan ini?

Pengakuan Pariyem